STeLA Leadership Forum 2015 – Part 1

STeLA Leadership Forum 2015 – Part 1

Oke, sekarang saya akan mulai membahas mengenai materi yang saya dapatkan pada STeLA Forum 2015 kemaren. Materi paling pertama yang saya dapat adalah Iceberg Model. Sebelumnya, apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan iceberg? Secara sederhana, iceberg adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan sebuah bongkahan es yang mengapung di atas lautan. Ukuran iceberg biasanya sangat-sangat besar. Namun uniknya, hanya sekitar 10% dari keseluruhan iceberg tersebut yang dapat kita lihat di permukaan. Sisanya berada di bawah permukaan laut.

Berdasarkan fenomena alam tersebut, dibuat sebuah teori bernama Iceberg Model yang dapat kita gunakan untuk membantu menganalisis akar dari sebuah permasalahan yang terjadi. Setelah itu, kita diharapkan dapat mencari solusi yang komprehensif dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi tersebut. Secara garis besar, Iceberg Model dibagi ke dalam empat bagian besar, yaitu event, pattern, structure dan mental model.

Iceberg Model
Iceberg Model

Pertama, event adalah kejadian yang dapat kita lihat, dengar atau rasakan yang terjadi di dunia ini. Kedua, pattern adalah sebuah pola tertentu yang menjadi pemicu terjadinya sebuah event. Setiap event pasti memiliki sebuah pattern tertentu. Tidak ada hal yang kebetulan di dunia ini, semua pasti terjadi karena ada pola tertentu. Ketiga, structure adalah peristiwa yang menyebabkan atau mendorong terjadinya sebuah pattern tertentu. Terakhir, mental model adalah nilai, kepercayaan atau asumsi yang menopang atau menyangga pandangan masyarakat mengenai sebuah structure.

Contoh sederhana dari Iceberg Model adalah ketika seseorang mengalami flu. Seseorang yang sedang terkena penyakit flu merupakan apa yang kita lihat sehingga itu disebut sebagai event. Setelah itu, kita perlu menemukan pattern dari kejadian tersebut. Salah satu kemungkinan pattern yang terjadi adalah orang tersebut sangat sering terkena flu ketika sedang mengalami kecapekan atau dengan kata lain daya tahan tubuhnya menurun.

Dari pattern tersebut, kita harus kembali berpikir untuk menemukan structure dari event tersebut. Structure yang mungkin dapat dipahami dengan mudah adalah orang tersebut mengalami kecapekan karena sering bekerja lembur atau overworked. Nah akhirnya setelah menemukan structure dari sebuah event, untuk lebih mengetahui dasar dari masalah tersebut kita perlu menemukan mental model. Pada contoh kali ini, mental model yang saya jabarkan saya adopsi dari kultur organisasi di Jepang, di mana seorang lebih dinilai berdasarkan kuantitas jam kerjanya dibandingkan kualitas pekerjaannya. Adakah yang bisa memberikan contoh mental model lain untuk kasus yang sama? Kalo ada, bisa ditulis di bagian komentar di bawah.

Dari penjabaran Iceberg Model tersebut, kita dapat menentukan solusi yang lebih komprehensif untuk sebuah masalah. Misalkan untuk kasus di atas, jika kita hanya melihat event dari sebuah masalah, maka kita cenderung untuk memberikan solusi yaitu minum obat flu. Mungkin solusi tersebut dapat menyelesaikan masalah tapi untuk jangka waktu yang pendek. Dalam beberapa hari, orang tersebut kembali akan mengalami flu karena pattern-nya akan kembali berulang. Namun, jika kita bisa melihat lebih dalam, maka kita akan mengetahui jika yang perlu diperbaiki adalah gaya kerja dari orang tersebut. Hal ini berarti solusi yang diberikan dapat bersifat lebih jangka panjang dan menyelesaikan masalah dari akarnya.

Yaah mungkin sekian dulu untuk materi pertama yang saya dapatkan dari STeLA Forum 2015. Semoga bisa kita terapkan di dunia nyata dan bermanfaat untuk kita semua!